PSBB Penuh di Jakarta, Pengusaha Bus Was-was Bisnis Makin Amblas – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


PO Pesimis Pulih Meski Ada Pelonggaran, Jika Ini Terjadi

PSBB Penuh di Jakarta, Pengusaha Bus Was-was Bisnis Makin Amblas

Ilustrasi, bus AKAP milik PO Gunung Harta – dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Pelaku usaha jasa angkutan bus saat ini merasa was-was dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai efektif 14 September nanti. Mereka khawatir jika kebijakan tersebut juga disertai dengan pembatasan keluar masuk wilayah DKI Jakarta bagi warga masyarakat.

“Kalau melihat pengalaman yang lalu (saat diterapkan PSBB di DKI Jakarta pda April dan disertai pembatasan masuk wilayah ini bagi warga non DKI Jakarta), kan bisnis angkutan bus (terutama bus Antar Kota Antar Provinsi dan bus Pariwisata) benar-benar ambyar total to?. Ini yang perlu digarisbawahi di tengah upaya pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang dua kuartal telah berkontraksi (catatan VPS kuartal pertama hanya tumbuh 2,97% atau turun jauh dibanding kuartal I 2019 yang sebesar 5% , dan kuartal kedua – 5,32%),” papar Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi Motoris di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Sepanjang April hingga Mei, omset perusahaan bus aambrol hingga mendekati titik nadir. Pasalnya, operasional armada merosot hingga 90% – 100% dengan tingkat isian penumpang tak sampai serepempat kapasitas semestinya.

Sepanjang Juni hingga Juli telah ada perkembangan kondisi yang membaik. Namun, hingga kini tingkat isian bus masih belum maksimal, rata-rata hanya 40% – 50% untuk AKAP alias masih amblas.

Ketua Umum IPOMI Kurnia Lesani Adnan – dok.Istimewa

Menurut dia, kekhawatiran masyarakat menggunakan angkutan umum karena tidak maksimalnya informasi soal penerapan protokol kesehatan yang telah dijalankan perusahaan otobus, menjadi biangnya. Dia berharap, angkutan bus tetap bisa beroperasi dengan pengetatan protokol kesehatan yang ditingkatkan.

“Nah, sekarang kami menunggu bagaimana ketentuan PSBB penuh untuk angkutan umum kali ini. Belum ada arahan lanjutan soal teknis tentang itu. Namun, dari semua hal yang direncanakan berlaku sekarang, selayaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belajar dari pengalaman yang telah ada sebelumnya,” ujar Lesani.

Termasuk, lanjut pria yang juga Direktur Utama PO SAN itu, maraknya angkutan bodong alias ilegal yang lalu-lalang dari dan menuju DKI Jakarta “tanpa” terpantau atau “memang sengaja tak dipantau”. Walhasil, tujuan utama pemberlakuan PSBB pun sia-sia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020) lalu menyatakan pihaknya menarik rem darurat dengan memberlakukan PSBB seperti awal masa pandemi Covid-19 mulai Senin, 14 September mendatang. Selama PSBB total itu pemerintah provinsi DKI Jakarta akan membatasi pergerakan orang keluar dan masuk ke Ibu Kota negara ini.

Ilustrasi, armada bus milik PO SAN – dok.PO SAN

Anies menyebut pembatasan pergerakan orang keluar dan masuk ke Jakarta memang tidak mudah diaplikasikan dengan efektif kalau hanya oleh Pemprov DKI Jakarta saja. Karenanya, dia akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah tetangga DKI Jakarta, atau bahkan pemerintah pusat.

“Idealnya kami bisa membatasi pergerakan keluar waktu Jakarta hingga minimal, tapi dalam kenyataannya ini tidak mudah ditegakkan hanya oleh Jakarta saja,” ucap dia. (Fat/Sut/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: INDUSTRI

DON'T MISS