Presdir Baru Astra Djony Bunarto dan Tantangan Bisnis Otomotif – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Presdir Baru Astra Djony Bunarto dan Tantangan Bisnis Otomotif

Presdir Baru Astra Djony Bunarto dan Tantangan Bisnis Otomotif

Presiden Direktur PT Astra International Tbk yang baru, Djony Bunarto Tjondro – dok.Astra International

Jakarta, Motoris – PT Astra International Tbk (ASII), yang digelar di Jakarta, Selasa (16/2/2020) menetapkan Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur baru perseroan menggantikan Prijono Sugiarto. Dia sebelumnya menjabat Wakil Presiden Direktur ASII mendampingi Prijono, yang kini didapuk sebagai Presiden Komisaris perseroan.

Pria kelahiran tahun 1964 yang juga pernah menjabat Presiden Komisaris PT Toyota Astra Motor (TAM) dan Komisaris PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi “nahkoda” baru kapal bisnis Astra di saat kondisi yang penuh tantangan akibat dampak dari wabah virus corona (Covid-19) yang menerpa Indonesia dan dunia. Namun, hal itu sangat disadari oleh alumnus Jurusan Teknik Mesin, Universitas Trisakti Jakarta, itu.

Djony mengaku telah menyiapkan strategi dan reformulasi menghadapi situasi yang muncul seiring dengan dampak pagebluk virus yang mematikan tersebut.

Menurut dia, pandemi tak hanya berdampak terhadap kondisi bisnis otomotif, yang selama ini memberi kontribusi 40 – 50% terhadap keuntungan ASII. Namun, juga menular ke sektor-sektor lainnya yang menjadi ladang bisnis perusahaan, salah satunya layanan jasa keuangan.

Kantor PT Astra International-dok.astra.co.id

“Kondisi akibat pandemi (Covid-19) telah berpengaruh besar terhadap penjualan otomotif. Penjualan mobil secara ritel sampai dengan Mei kemarin turun menjadi 17.000 –an unit (tepatnya 17.083 unit). Karena itu perseroan akan tetap mencermati setiap peluang pengembangan jangka panjang yang ada,” papar Djony dalam konferensi pers usai RUPST.

Bahkan dia mengaku, Astra sendiri sejatinya telah melakukan langkah-langkah terukur dan pasti, begitu wabah virus corona yang dinyatakan telah menjalar ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, awal Maret lalu. “Kami di Astra sudah pastikan adanya beberapa hal yang dilakukan di seluruh bisnis unit astra. Pertama, adalah kedisiplinan pengelolaan finansial,” ucap dia.

Konkretnya, langkah yang ditempuh grup Astra adalah melakukan penyesuaian belanja modal dengan prioritas di tengah pandemi.Capital expenditure (Capex) atau belanja modal, lanjut dia direvisi kembali.

Ilustrasi, PT Toyota Astra Motor gencar melakukan edukasi kepada masyarakat soal mobil hybrid. Di hajatan GIIAS 2019, Toyota menyuguhkan sedan Prius hybrid yang dibelah sebagai sarana edukasi – dok.Motoris

Selain itu, emiten berkode saham ASII ini berupaya menekan pengeluaran biaya yang tidak perlu. Terakhir, perseroan juga berupaya menjaga kelancaran arus kas di seluruh unit grup dan anak usaha.

“Tentu dalam situasi seperti ini di mana semua bisnis turun, konservasi cash itu sangat penting, makanya kami melakukan reprioritising terhadap belanja modal kita,” tutur Djony.

Optimisme 
Begitulah pernyataan pertama pria ramah yang mulai menduduki kursi direksi Astra sejak tahun 2015 dan didapuk sebagai Wakil Presiden Direktur perseroan sejak April 2019 itu, sebagai orang nomor satu di ASII. Dan yang pasti, Djony yang mulai bergabung dengan Astra sejak 1990 dan telah berpengalaman tugas di berbagai bidang bisnis perusahaan plus mengemban jabatan itu optimis.

Menurut dia, tantangan akan bisa dihadapi dengan strategi baru tersebut serta dukungan soliditas seluruh elemen di Astra.Termasuk di bidang otomotif dan bidang bisnis lain yang selama ini dijalani oleh perseroan.

Ilustrasi, proses produksi sepeda motor sport di pabrik milik PT Astra Honda Motor  – dok.Istimewa

Sekadar catatan, tentang kondisi pasar otomotif di Tanah Air sepanjang Januari – Mei lalu, seperti terlihat dalam data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan ritel nasional kendaraan bermotor roda empat atau lebih sebanyak 260.716 unit, turun 40% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebanyak 434.466 unit.

Sementara di pasar bermotor kendaraan roda dua di periode Januari – April seperti diungkap data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tercatat sebanyak 1.694.246 unit. Jumlah itu ambles 26% dibanding empat bulan pertama tahun lalu yang masih sebanyak 2.279.826 unit. (Fan/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

More From: GAYA HIDUP

DON'T MISS