Pasar Bisnis Angkutan Truk Masih Menjanjikan – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Operator Kerek Tarif Tol, Ini Catatan Keberatan yang Terlontar

Pasar Bisnis Angkutan Truk Masih Menjanjikan

Ilustrasi, truk angkutan logistik – dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Peluang bisnis jasa angkutan truk di Indonesia dinilai masih berpotensi terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup, pertumbuhan ekonomi, serta kondisi geografis. Alhasil, pasar kendaraan komersial mulai dari truk ringan hingga berat di Tanah Air masih menjanjikan.

Menurut pemerhati bisnis logistik Mulyana Putera Kesuma, dengan jumlah penduduk yang sekitar 270 juta jiwa atau kurang lebih 40% dari total penduduk kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) plus pertumbuhan ekonomi (sebelum kriris virus corona) 5%, Indonesia memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Terlebih secara geografis yang ada dan sebaran pusat-pusat pemukiman penduduk yang berjauhan, menjadi proses distribusi juga masih sangat dibutuhkan.

“Dengan melihat fakta ini, bisnis distribusi dan logistik, khususnya angkutan truk masih memiliki potensi yang sangat besar. Terlebih, kini gaya hidup masyarakat, khususnya dalam berkonsumsi juga mengalami perubahan sejalan dengan munculya e-commerce. Barang-barang yang merek butuhkan bisa dipesan secara online dan distribusi pengirimannya juga sebagian menggunakan truk,” ujar Mulyana saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Truk di jalan tol – dok.Motoris

Pengajar tidak tetap di jurusan bisnis pada program pasca sarjana sebuah perguruan tinggi di Ciputat, Jakarta Selatan, itu menyodorkan data pertumbuhan nilai bisnis e-commerce di Indonesia yang diriset Bank Indonesia (BI). Pada tahun 2019 nilainya mencapai Rp 265,07 triliun, naik dari tahun 2018 dan 2017 yang masing-masing mencapai Rp 145,95 triliun dan Rp 80,82 triliun.

Potensi pasar trucking atau angkutan jasa truk juga berasal dari kegiatan forwarding ekspor dan impor serta pengiriman. Kegiatan produktif tersebut diyakini masih akan tetap bertumbuh karena kegiatan perdagangan eksternal akan terus berkelanjutan.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menyebut potensi pertumbuhan pasar angkutan distribusi dan logistik tidak hanya terpusat di kawasan Jakarta – Depok – Tangerang – dan Bekasi (Jabodetabek) saja, tetapi juga di daerah-daerah lain. Terlebih, lanjut dia, saat ini banyak perusahaan yang sebelumnya melakukan sendiri kegiatan logistiknya, telah beralih menggunakan jasa pihak lain atau outsourcing.

Ilustrasi, truk pengangkut barang di jalan tol – dok.Motoris

“Karena demi efisiensi. Sebab, kalau dihitung biayanya dengan sumber daya merek akan lebih efisien jika outsourcing. Karena skala bisnis merek juga berkembang,” kata dia saat dihubungi belum lama ini.

Salah satu bisnis yang berpotensi memantik permintaan jasa angkutan truk adalah menjamurnya minimarket dan diikuti pembangunan distribution center. Begitu pula dengan bisnis e-commerce yang telah merambah berbagai pelosok negeri.

Bahkan, pria yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum Aptrindo itu memperkirakan potensi pasar logisik, transportasi, dan pergudangan mencapai Rp 498,3 triliun saban tahunnya. Sedangkan potensi yang tersembunyi atau belum secara nyata terlihat mencapai Rp 1.901 triliun per tahun.

“Karena aliran modal yang masuk untuk kegiatan manufaktur dari tahun ke tahun juga naik,” kata dia. (Fat/Ara)

 

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: INDUSTRI

DON'T MISS