Osamu Masuko, Sosok Penyelamat Mitsubishi Motors Itu Telah Wafat – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Setelah Tanggalkan Jabatan CEO, Osamu Masuko Mundur sebagai Chairman Mitsubishi Motors

Osamu Masuko, Sosok Penyelamat Mitsubishi Motors Itu Telah Wafat

Osamu Masuoka – dok.Associated Press

Tokyo, Motoris – Mantan Chairman Mitsubishi Motors (MMC) – yang mengundurkan diri pada 7 Agustus lalu – Osamu Masuko, telah meninggal dunia pada Kamis (27/8/2020) lalu setelah mengalami gagal jantung. Sebelumnya dia beralasan sakit sebagai alasan untuk mundur dari jabatannya itu.

“Mengumumkan bahwa Osamu Masuko, penasehat khusus dan mantan chairman direksi, representatif pejabat eksekutif, telah meninggal dunia karena insufisiensi jantung pada 27 Agustus di usia 71 tahun,” bunyi pernyataan resmi Mitsubishi Motors Corporation yang dirilis Senin (31/8).

Pemakaman mendiang diikuti keluarga dekat di areal pemakaman milik keluarga. MMC menghormati permintaan almarhum untuk tidak dmenggelar acara perpisahan.

Di industri otomotif dunia, Masuko merupakan sosok yang istimewa, sebelum mengakhiri semua jabatannya di MMC. Pada Jumat (7/8/2020) pabrikan berlambang tiga berlian itu mengumumkan pengunduran diri Osamu Masuko sebagai Chairman pabrikan, karena alasan kesehatan.

Pria 71 tahun yang mulai berkiprah di MMC sejak 15 tahun lalu (sejak 2005) itu, pada 21 Juni 2019 juga telah mengundurkan diri dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) pabrikan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (waktu itu) bersama Chairman MMC Osamu Masuko mengendarai Outlander PHEV – dok.MMKSI

Seperti dilaporkan laman Nippon dan Japan Times, Jumat (7/8/2020), sejak menjabat presiden MMC pada tahun 2005, Masuko bekerja keras untuk mewujudkan aliansi dengan Nissan Motor Company dan Renault SA. “Karena itu, pengunduran dirinya diperkirakan bakal berpengaruh kepada aliansi,” kata seorang sumber di pabrikan yang dikutip Nippon.

Masuko yang sebelumnya tercatat sebagai seorang pejabat di Mitsubishi Corporation – perusahaan di bawah payung Mitsubishi Group yang berkonsentrasi pada perdagangan dan menyuntik pendanaan ke MMC- ditugaskan ke MMC sebagai chief executive pada tahun 2004. Tugasnya adalah merekonstruksi pabrikan yang saat itu berada dalam kondisi krisis, yang mendera sejak awal tahun 2000-an.

“Karena pada saat itu MMC hampir dipaksa keluar dari bisnisnya setelah para eksekutif senior mengaku menutupi kerusakan kendaraan selama beberapa dekade,” tulis Financial Times, Jumat (7/8/2020).

Masuko turun dari jabatan president MMC pada tahun 2014, tetapi dia tetap didapuk sebagai chairman. Dua tahun mengemban jabatan itu, dia kembali menghadapi kondisi sulit ketika MMC tersandung kasus manipulasi data tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar pada tahun 2016.

Carlos Ghosn bersama CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuoka – dok.Istimewa

Seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (20/2016) uji efisiensi kendaraan telah dimanipulasi dari sebelumnya 5% menjadi 10%.
Akibatnya, 620.000 kendaraan yang diproduksi Mitsubishi dalam tiga tahun terakhir harus ditarik. Pada saat yang sama penjualan turun sangat signifikan, dan keuangan perusahaan dalam kondisi sulit.

Pada tahun itu pula, Masuko bernegosiasi dengan Carlos Ghosn untuk mencari solusi. Maklum, Ghosn yang pada tahun 1999 berhasil membuat aliansi Renault dengan Nissan dan berujung dibelinya 43% saham Nissan oleh Renault telah didapuk sebagai pimpinan tertinggi Nissan pada tahun 2001.

Di tahun itu dan beberapa tahun setelahnya, gebrakan Ghosn terbilang tokcer. Dan negosiasi Masuko – Ghosn tersebut membuahkan hasil Nissan membeli 34% saham MMC. Pembelian tersebut senilai US$ 2,2 miliar, dan MMC pun kembali semringah. (Ril/Fer/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: GAYA HIDUP

DON'T MISS