India Kaji Ulang FTA, Fasilitas Tarif Rendah Impor Otomotif Terancam? – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Sekarang Terlaris Keempat, Ini Target Suzuki di 2020

India Kaji Ulang FTA, Fasilitas Tarif Rendah Impor Otomotif Terancam?

Ilustrasi, Suzuki New Baleno atau Suzuki Baleno, adalah salah satu mobil yang diimpor dari India – dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pemerintah India dibawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi kini tengah mengkaji kelanjutan ASEAN – India Free Trade Area (AIFTA) yang diteken pada tahun 2009 lalu, karena negeri itu mengalami defisit perdagangan akibat perjanjian tersebut. Padahal, bagi agen pemegang merek di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, adanya kerjasama itu menjadi keuntungan karena impor mobil dari India ke negaranya bisa menggunakan prefential tarif hanya 5% atau bahkan kurang dari itu.

“Dalam konteks pengembangan industri nasional, kalau kerjasama perdagangan bebas India –ASEAN itu dicabut, tentu akan bagus. Karena merek-merek itu kan tidak impor tetapi produksi di lokal, di kita. Tetapi, dari sisi perdagangan kan enggak. Karena kerjasama seperti itu sifatnya reciprocal atau timbal balik. Kita diberi fasilitas tarif ekspor di negaranya dengan besaran yang kecil, dan sebaliknya India juga demikian. Masalahnya, sapai saat ini banyak mana ekspor kita dengan impor kita dengan India? Itu yang perlu dikaji,” ujar kolega Motoris di Kementeri Perindustrian saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/7/2020).

Menurut dia, saat ini beberapa merek yang masih mengimpor mobil maupun sepeda motor dari India. Meski sejak awal tahun lalu menurun, namun nilai nominalnya masih cukup tinggi.

Ilustrasi, Kia Seltos, mobil Kia yang diproduksi di India dan diimpor oleh negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia – dok.Autoblog

Sebelumnya, seperti dilaporkan Times of India belum lama ini, pemerintah India menyatakan, perdagangan antara ASEAN dengan India berlangsung tidak seimbang alias asimetris. Terutama dalam 10 tahun terakhir, sejak AIFTA diteken di Konferensi Tingkat Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) pada tahun 2009 lalu.

Terkait dengan fakta tersebut pemerintah India ingin mengubah strateginya di FTA. Hal itu diisyaratkan Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman di New Delhi, pada Jumat (31/7/2020) lalu. “New Delhi akan menuntut perjanjian timbal balik dengan negara-negara di mana, ASEAN diminta untuk semakin membuka perdagangan. Jika tidak, maka AIFTA bisa dihentikan,” ujar salah seorang pejabat di Kementerian itu.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menyalahkan perjanjian perdagangan yang dibuat oleh United Progressive Alliance (UPA). Para pejabat tingi menyebut perjanjian itu ditandatangani dengan tergesa-gesa, padahal kepentingan India tidak dilindungi secara memadai.

Ilustrasi, Royal Enfield Interceptor 650 Twin, salah satu motor yang diimpor dari India oleh Indonesia – dok.Motoris

Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, bahkan telah menuntut negosiasi ulang ketentuan-ketentuan tertentu di bawah mekanisme peninjauan perjanjian itu. Bahkan, tiga pejabat tinggi dalam pemerintahan mengatakan bahwa pemerintah sedang melihat opsi untuk keluar dari beberapa FTA.

“Terutama yang dengan ASEAN, jika syarat keterlibatan (di AIFTA) itu tidak menguntungkan India,” kata pejabat tersebut. (Ril/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: INDUSTRI

DON'T MISS