Ganjil-genap Diberlakukan Pekan Depan, Gubernur Anies Diingatkan Soal Ini


Beriwayat Sakit Jantung Bawa Kendaraan? Perhatikan Ini

Ganjil-genap Diberlakukan Pekan Depan, Gubernur Anies Diingatkan Soal Ini

Ilustrasi mengemudi mobil di jalan Sudirman Jakarta – dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kembali kebijakan pengendalian lalu-lintas melalui sistem pelat nomor ganjil genap bagi kendaraan bermotor mulai pekan depan. Sementara, mulai hari ini, Jumat (31/7/2020), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memperpanjang Pebatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) transisi hingga 13 Agustus nanti.

“Mulai pekan depan kami akan menerapkan kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dia menegaskan akan memastikan informasi dan sosialisasi terkait rute jalan yang merupakan wilayah berlakunya kebijakan ganjil genap akan disampaikan secara luas oleh Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya, Sehingga, kata dia, masyarakat bisa mengetahui lokasi ganjil genap di Ibu Kota.

“Kami akan pastikan info ini akan diberikan secara luas oleh Dishub bersama Ditlantas Polda Metro Jaya. Untuk seluruh masyarakat nanti bisa ketahui detail untuk tahu info rute-rute kebijakan ganjil-genap ini,” ujar mantan Menteri Pendidikan itu.

Ilustrasi, Lalu-lintas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sebelum wabah virus corona merebak di Indonesia – dok.Motoris

Sekadar catatan , sebelumnya wacana penerapan kembali kebijakan ganjil genap di tengah pandemi Covid-19 di Jakarta telah meicu polemik. Pasalnya, sebagian masyarakat menolaknya dengan alasan bakal menemui kesulitan beraktifitas menggunakan kendaraan pribadi. Sementara, mereka enggan menggunakan transportasi umum yang padat penumpang demi mengantisipasi paparan virus corona.

“Sampai saat ini pun, sebenarnya kebijakan ganjil-genap itu juga masih pro-kontra. Jadi juga harus dipikirkan. Karena, meski dengan istilah new normal, tetapi bahaya paparan virus corona ini kan masih belum bisa dipastikan benar-benar telah hilang. Masih laten, sehingga masyarakat juga masih diliputi kekhawatiran. Di tengah situasi dan kondisi seperti itu menggunakan kendaraan pribadi dirasa aman. Apalagi kasus positif Covid-19 di Jakarta masih tinggi,” papar pengamat kebijakan publik Muhammad Abdil Furqan, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, di Jakarta, Kamis (30/7/2020) menyatakan, terdapat lima provinsi penyumbang kasus Covid-19 harian terbesar per 29 Juli 2020 yaitu DKI Jakarta 577 kasus, Jawa Timur (359), Jawa Tengah (313), Sumatera Utara (241), dan Sulawesi Selatan (128).

Ilustrasi, pengguna kendaraan bermotor yang melintas di wilayah DKI Jakarta yakni di ruas Jalan Sudirman menuju Bundaran HI Jalan Thamrin sebelum masa PSBB- dok.Motoris

Dalam tiga pekan terakhir, kata dia, jumlah orang diperiksa positif meningkat. Artinya, bahaya potensi paparan virus corona masih tinggi. “Tingkat positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia per 29 Juli adalah 13,33% lebih tinggi dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang hanya 5%,” kata dia.

Oleh karena itu, Abdil Furqan, mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar menyiapkan opsi-opsi agar masyarakat tidak merasa semakin sulit. Terlebih kebijakan Work From Home (WFH) di sebagian instansi – baik pemerintah maupun swasta – juga telah berakhir.

“Soal alternatif transportasi ini sangat mendesak dipikirkan dan dicari solusinya. Jangan sampai masyarakat terus terjepit (tak bisa menggunakan kendaraan pribadi dan ragu menggunakan angkutan umum, sedangkan harus pergi ke tempat kerja) tanpa ada solusi. Memang, soal kemacetan juga menjadi problem besarm tapi soal kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat dari ancaman Covid-19 juga persoalan yang tidak kalah besar,” kata Abdil. (Fan/Fer/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: INDUSTRI

DON'T MISS