Dirumorkan Produksi Juni, Apa Kabar Motor Harley-Davidson 300cc? – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Pacu Penjualan di Cina dan Asia, Harley Bikin Motor 338 cc

Dirumorkan Produksi Juni, Apa Kabar Motor Harley-Davidson 300cc?

Ilustrasi, Harley Davidson 330 cc yang dibuat bersama dengan pabrikan Cina – dok.Harley Davidson

Zhejiang, Motoris – Beberapa wakru lalu kabar yang santer terdengar di pasar kendaraan bermotor roda dua dunia adalah, kongsi antara Harley-Davidson dengan Qianjiang Motorcyles (yang selama ini dikenal sebagai produsen motor Benelli), untuk memproduksi motor bermesin 300 cc. Bahkan, hasil kerjasama itu disebut bakal diluncurkan pada Juni tahun ini.

Kini, bulan Juni telah berakhir sehingga mempertanyakan kepastian dari kabar itu menjadi relevan. Terlebih, motor tersebut juga dikabarkan bakal merangsek pasar di kawasan Asia.

Seperti dilaporkan laman Ride Apart, belum lama ini, kabar kongsi antara Harley-Davidson dengan pabrikan yang bermarkas di Winling, Zhejiang, Cina, itu bermula dari laporan laman Cycle World yang memperoleh salinan dokumen perusahaan tersebut.

Dalam dokumen tersebut dikatakan, motor Harley-Davidson itu bakal menggunakan basis QJ350-13 yang bermesin 353 cc parallel twin. Basis QJ350-13 tersebut juga menjadi basis untuk versi anyar Benelli 302S.

Benelli 302 yang disebut sebagai basis Harley-Davidson 350 – dok.Asphalt & Rubber

Semburan tenaga yang dihasilkan mesin mencapai 36 hp. Hanya, menurut dokumen itu, motor Harley-Davidson versi mesin kecil ini menyandang nama HD350, bukan HD338 seperti rumor yang beredar sebelumnya.

Lantas, benarkah motor tersebut telah diproduksi? Hingga kini kabar itu masih menjadi misteri. Pasalnya, baik Harley-Davidson maupun Qianjiang Motorcyles belum memberikan penjelasan secara resmi.

Tetapi yang pasti, langkah Harley menyodorkan motor bermesin kecil meruakan salah satu strategi mereformulasi strategi pemasaran produknya. Maklum, penjualannya dari tahun ke tahun terus melotot, karena produk merek ini indentik dengan konsumen usia dewasa atau tua.

Sementara, penggemar itu dari tahun ke tahun terus bertambah usia dan menua, sehingga jumlahnya semakin menyusut. Sementara, geerasi milenial ogah melirik motor buatan pabrikan asal Wisconsin, Amerika Serikat itu, karena tak sejalan dengan perkembangan zaman.

Kantor pusat Harley Davidson – dok.Biz Times

Lantaran itulah, Harley berusaha menydorkan motor yang sesuai dengan minat dan selera kaum milenial, untuk memperluas cakupan pasar. Selain itu, pabrikan juga ingin lebih intensif menggarap pasar Asia-Pasifik.

Seperti dilaporkan laman Asia News Channel, belum lama ini, kawasan Asia-Pasifik merupakan pasar yang potensial dan masih bertumbuh ketika penjualan Harley-Davidson sepanjang tahun 2019 lalu ambrol.

ASEAN masih tumbuh
Laporan laman Motorcycles Data, bebera[a waktu lalu menyebut, penjualan merek ini di pasar global tercatat hanya 218.400 unit. Jumlah ini ambles hingga 4,6% dibanding tahun sebelumnya.

Di wilayah Amerika Utara yang selama ini menyerap 61% produk pabrikan itu, juga ambles. Pasar Amerika Serikat yang merupakan kampung halamnnya sendiri, penjualan ambles 5,2%.Sedangkan di Kanada, penjualan Harley anjok 7,7%. Meski di Meksiko masih tercatat stabil.

Penjualan di wilayah Eropa menciut 7%. Sementara di Asia Selatan – yakni India, Pakistan, dan Sri Lanka – penjualan motor gede ini ambrol hingga 26.6%.

Harley Davidson FXDR 114 – dok.Istimewa

Namun, merek ini masih tertopang oleh penjualan di wilayah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), meski tak di semua negara namun secara keseluruhan rata-rata melonjak 71%. Tercatat di Thailand dan Vietnam permintaannya meroket hingga 270%. (Fan/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: NEWS

DON'T MISS