Diproyeksi Merugi, Nissan akan Terbitkan Surat Utang Rp 155 Triliun – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Diproyeksi Merugi, Nissan akan Terbitkan Surat Utang Rp 155 Triliun

Diproyeksi Merugi, Nissan akan Terbitkan Surat Utang Rp 155 Triliun

Ilustrasi, Nissan Motor Company – dok. Reuters via BusinessLive

Yokohama, Motoris – Nissan Motor Company (Nissan) akan menerbitkan surat utang (obligasi) dalam matang uang dolar Amerika Serikat, senilai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 120 triliun (kurs US$ 1 = Rp 15.000, per 12 September). Bahkan, pabrikan mobil asal Yokohama, Jepang, ini juga tengah mempertimbangkan penerbitan obligasi dalam mata uang euro.

Seperti dilaporkan Nikkei dan The Sunday Times, Jumat (11/9/2020), informasi itu terungkap dari pernyataan seorang Juru Bicara Nissan. Dia mengatakan, penerbitan obligasi berdenominasi dalam dua mata uang asing tersebut sebagai cara pabrikan untuk mendiversifikasi pendanaannya.

“Penjualan obligasi tersebut merupakan penerbitan obligasi pertama dalam mata uang dolar sejak kerjasama dengan Renault SA Prancis pada 1999,” kata seorang perwkailan Nissan, di Jepang.

Surat utang diterbitkan karena investor produsen mobil terbesar kedua di Jepang itu diproyeksikan mengalami kerugian senilai 470 miliar yen yang setara dengan US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 67.5 triliun pada tahun fiksal 2020/2021 yang berakhir Maret 2021 nanti. Sementara, kinerja penjualan diperkirakan pada level terendah dalam satu dekade terakhir.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik Nissan – dok,Youtube

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (28/7/2020) sejumlah analis di bursa saham Tokyo dan di bursa dunia memproyeksi penjualan di tahun fisakl ini tak lebih dari 4,13 juta unit. Padahal di tahun fiskal 2019/2020 penjualan masih sebanyak 4,39 juta unit. Badai wabah virus corona (Covid-19) di dunia disebut sebagai penyebabnya.

“Prospek pasar tetap tidak pasti dan kami mungkin melihat penurunan permintaan lebih lanjut karena potensi pandemi gelombang kedua. Tahun fiskal 2020/2021 akan menjadi tahun yang menantang dalam hal profitabilitas dan arus kas,” kata Chief Executive Nissan, Makoto Uchida.

Lantaran itu pula, Nissan telah berjanji untuk memotong biaya operasional tetap sebesar 300 miliar yen atau sekitar Rp 42,4 triliun (kurs 1 yen = Rp 141,34). Nissan mengarakan ke perusahaan yang lebih kecil dan lebih efisien.

Ilustrasi, Nissan Rogue atau yang di sejumlah negara dinamai dengan Nissan X-Trail, salah satu mobil yang dibuat di pabrik Kyushu, Jepang – dok.The Car Connection

“Produsen mobil terbesar kedua Jepang ini sedang mencoba untuk pulih dari ekspansi cepat yang telah dilakukannya tetapi berujung suram Terlebih, bisnisnya juga terguncang setelah ditangkapnya bos lama, Carlos Ghosn,” tulis Nikkei.

Sementara, International Financing Review melaporkan, akan menjual surat utang (obligasi) dalam mata uang euro dengan nilai 2 miliar euro atau sekitar Rp 35,5 triliun (kurs 1 euro = Rp 17.775). Kabar ini tak ditampik Juru Bicara Nissan, yang mengatakan penerbitan sedang dalam diskusi, meski tanpa mengkonfirmasi angkanya.

Ilustrasi, debut global Nissan Kicks e-Power yang diresmikan di hajatan Bangkok International Motor Show 2020 – dok.Nissan Thailand

Artinya, Nissan akan menjual surat utang (obligasi) dalam mata uang dolar AS dan Euro senilai Rp 155 triliun.(Fer/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: MANUFAKTUR

DON'T MISS