ASEAN Sepakati MRA, Tak Ada Lagi Sertifikasi Kualitas Mobil Impor – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


ASEAN Sepakati MRA, Tak Ada Lagi Sertifikasi Kualitas Mobil Impor

ASEAN Sepakati MRA, Tak Ada Lagi Sertifikasi Kualitas Mobil Impor

Ilustrasi, produksi mobil Toyota di Thailand – dok.Pattaya Mail

Bangkok, Motoris – Produsen mobil di Thailand menyambut baik kesepakatan yang dibuat oleh para menteri ekonomi negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tentang perjanjian saling mengakui standar uji kualitas produk atau Mutual Recognition Agreement (MRA) produk otomotif di antara mereka. Dengan demikian, ketentuan uji mutu mobil di saru negara anggota yang mengimpor kendaraan dari negara lain ditiadakan.

Seperti dilaporkan Nikkei, Selasa (15/9/2020) para produsen mobil di Thailand menyatakan menyambut baik kesepakatan tersebut. Maklum, MRA dinilai akan sangat mengutungkan mereka, atau bahkan Thailand yang hingga kini dikenal sebagai negara produsen otomotif terbesar di kawasan regional ASEAN.

Laman Economic Times, Selasa (15/9/2020) melaporkan kesepakatan itu dicapai oleh para menteri ekonomi negara-negara anggota ASEAN dalam pertemuan virtual yang dipimpin Vietnam pada Agustus lalu. “Produsen mobil di Thailand dan Indonesia telah menanggung biaya sertifikasi yang tinggi untuk memenuhi standar penilaian kesesuaian baik di negara pengimpor maupun pengekspor,” tulis laman itu.

Produksi mobil di Thailand untuk pasar domestik dan ekspor di Thailand – dok.The Thaiger

Pasalnya, berdasar kesepakatan tersebut, produsen mobil hanya perlu membayar salah satu biaya sertifikasi. Selama ini proses sertifikasi dinilai menjadi penyebab molornya peluncuran mobil baru, sebab proses tersebut membutuhkan waktu yang lama, yakni tiga hingga enam bulan.

“Kami berharap kesekapatan ini membantu mempercepat perdagangan kendaraan di ASEAN karena akan menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan sertifikasi ulang tidak ada lagi,” ujar Juru Bicara Toyota Daihatsu Engineering and Manufacturing yang berbasis di Thailand.

Ilustrasi, ekspor Toyota Fortuner Indonesia – dok.TMMIN

Hambatan non tarif
Menurut Direktur Jenderal Negosiasi Perdagangan di Kementerian Perdagangan Thailand , Auramon Supthaweethum, proses sertifikasi selama ini telah digunakan sebagai hambatan non tarif oleh negara-negara pengimpor. Dia menyebut contoh kasus yang terjadi pada Januari 2018 lalu, yakni ketika Vietnam meningkatkan persyaratan pengujian yang mengarah pada penghentian perdagangan dari Thailand dan Indonesia selama beberapa bulan.

“Sehingga kesepakatan baru ini akan mencegah skema seperti itu. Dan kita di ASEAN ini butuh waktu 13 tahun untuk menetapkan standar yang dapat diterima semua anggota seperti itu. Kini MRA telah disepakati, dan kita semua tentu wajib bersyukur,” ujar dia.

Kesepakatan akan berlaku pada kuartal terakhir tahun 2020 ini, yakni setelah ditandatangani oleh menteri perdagangan negara anggota ASEAN. Dan tentu, negara-negara basis produksi mobil seperti Thailand dan Indonesia menyambut gembira ditekennya kesepakatan MRA.

Ilustrasi, produksi mobil di Thailand – dok.Bangkok Post

Thailand merupakan produsen terbesar. Sekadar cotonh, Toyota di Thailand sepanjang tahun 2019 lalu mempfoduksi mobil di negara ini sebanyak 570.000 unit dari total produksi total di kawasan ASEAN yang sebanyak 900.000 unit.

Selain di ekspor ke negara-negara anggota ASEAN lainnya, produk tersebut juga dikirim ke negara-negara di kawasan Oseania yakni Australia, Selandia Baru, dan lainnya. Mitsubishi, Isuzu, Nissan, Ford, dan MG juga menjadikan Thailand sebagai pusat ekspor mereka karena menilai rantai pasokan di negeri itu telah berkembang dengan baik. (Ril/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: MANUFAKTUR

DON'T MISS