Alibaba Masuk ke Grab, Merger Grab-Gojek Diprediksi Sulit Terjadi – Portal Industri Otomotif Indonesia News, Manufaktur, & Gaya Hidup Terkini


Alibaba Masuk ke Grab, Merger Grab-Gojek Diprediksi Sulit Terjadi

Alibaba Masuk ke Grab, Merger Grab-Gojek Diprediksi Sulit Terjadi

Ilustrasi, Gojek – dok.Motoris

Singapura, Motoris – Langkah untuk bersatu alias merger antara Grab dengan Gojek – yang kini dikabarkan pembicaraannya tengah terjadi setelah pembicaraan pertama pada enam bulan lalu tak membuahkan hasil – diperkirakan bakal sulit terwujud, seiring masuknya perusahaan konglomerasi asal Cina, Alibaba. Perusahaan yang didirikan Jack Ma itu dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan Grab untuk menggelontorkan investasi.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (14/9/2020) Alibaba sedang dalam pembicaraan dengan Grab mengenai investasi US $ 3 miliar. Sebagian investasi ini bakal digunakan untuk membeli 23,2% saham Grab yang kini berada di genggaman perusahaan ride-hailing asal Amerika Serikat, Uber Technologies.

Saham sebanyak itu dibeli Uber dari Grab pada akhir tahun 2018 lalu, yakni ketika Uber memutuskan hengkang dari wilayah Asia Tenggara. Kabar tentang rencana investasi Alibaba ke Grab menyeruak, setelah beberapa hari sebelumnya Financial Times, Selasa (15/9/2020) menulis Gojek dan Grab telah melanjutkan pembicaraan merger dengan desakan dari SoftBank, meski negosiasi di antara mereka tetap alot.

Pengemudi ojek online Grab dan Gojek menunggu order dari calon penumpang – dok.Motoris

Dilaporkan, pembicaraan dalam upaya penggabungan usaha alias merger itu dilakukan atas perintah pemegang saham termasuk SoftBank. Itu terjadi setelah Masayoshi Son – pemilik SoftBank, yang merupakan salah satu investor terbesar Gojek – merestui aksi korporasi tersebut.

Pembicaraan dilakukan karena kondisi kerugian perusahaan yang terus membengkak akibat dampak pandemi virus Corona (Covid-19). Pasalnya, sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia dilakukan pembatasan bisnis ride-hailing.

Menurut seorang pialang pasar sekunder, saham Grab kini telah diperdagangkan dengan diskon 25%. Saham Gojek juga dijual dengan diskon besar, terutama dari pemegang saham lama yang ingin keluar dari perusahaan.

Saat ini valuasi Grab ditaksir menyentuh US$14 miliar dan Gojek US$10 miliar. Namun, masuknya Alibaba ke Grab, bakal menjadi batu sandungan karena bisa terbentur regulasi anti monopoli usaha.

Ilustrasi ojek online – dok.asia.nikkei.com

Seperti dilaporkan laman TechCrunch beberapa waktu lalu, SoftBank ternyata juga memiliki saham di Alibaba dalam rangka membantu grup tersebut untuk mengamankan investasinya di Tokopedia, perusahaan e-commerce Indonesia. Sementara, Financial Times menyatakan baik Gojek, Grab, maupun SoftBank menolak berkomentar atas kabar pembicaraan merger itu. (Fat/Ara)

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

You may also like

More From: INDUSTRI

DON'T MISS